KabarJogja mencatat tim nasional hoki putri Indonesia meraih kemenangan penting 1-0 atas Thailand pada pertandingan Pul B Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Gifu Prefectural Green Stadium. Salma Maulani menjadi pembeda setelah memaksimalkan penalty corner pada menit ke-39. Hasil tersebut membawa Indonesia mengoleksi enam poin dari empat pertandingan dan menempati posisi keempat sementara sebelum menghadapi Uzbekistan pada laga terakhir grup.
Indonesia langsung mencoba menguasai permainan sejak kuarter pertama.
Tim Srikandi menekan pertahanan Thailand melalui sejumlah serangan dari sisi lapangan.
Naiborhu mendapat peluang pada menit kelima, tetapi pertahanan lawan masih mampu menutup ruang.
Empat menit kemudian, Prasasti ikut mengancam.
Thailand kembali bertahan dengan disiplin dan menjaga skor tetap 0-0 sampai kuarter pertama berakhir.
Indonesia Terus Menekan sejak Awal
Tim Merah Putih tidak menurunkan tempo pada kuarter kedua.
Indonesia mencoba mempercepat sirkulasi bola agar pertahanan Thailand bergerak lebih lebar.
Strategi itu menghasilkan beberapa situasi menyerang, tetapi Indonesia belum menemukan ruang bersih di depan gawang.
Thailand memilih bermain rapat.
Mereka menutup area tengah dan memaksa Indonesia mengalirkan bola ke sisi luar.
Pola seperti ini membuat serangan Indonesia membutuhkan kesabaran.
Tim tidak bisa hanya mengandalkan penetrasi langsung.
Setiap pemain perlu menjaga posisi agar kehilangan bola tidak berubah menjadi serangan balik.
Sampai turun minum, kedua tim masih bermain tanpa gol.
Kuarter Ketiga Mengubah Pertandingan
Indonesia meningkatkan tekanan setelah jeda.
Tim lebih agresif mencari ruang dan lebih sering mengirim bola ke area berbahaya.
Tekanan tersebut akhirnya menghasilkan penalty corner.
Salma Maulani mengambil kesempatan itu pada menit ke-39.
Ia melepaskan tembakan keras yang menembus pertahanan Thailand dan mengubah skor menjadi 1-0.
Gol tersebut menjadi hasil dari tekanan yang sudah dibangun sejak awal laga.
Indonesia tidak menunggu lawan membuat kesalahan besar.
Tim terus memaksa Thailand bertahan sampai peluang bola mati muncul.
Dalam hoki lapangan, penalty corner mempunyai nilai sangat besar.
Tim yang mampu memanfaatkannya secara konsisten sering mendapat keuntungan dalam pertandingan ketat.
Thailand Coba Keluar di Kuarter Terakhir
Thailand mulai mengambil risiko setelah tertinggal.
Mereka mendorong lebih banyak pemain ke depan dan mencoba membuka permainan.
Indonesia kemudian menghadapi tantangan berbeda.
Jika sebelumnya tim lebih banyak mencari gol, pada kuarter terakhir mereka harus menjaga keseimbangan antara menyerang dan melindungi keunggulan.
Destian hampir menggandakan skor melalui peluang di kuarter keempat.
Pertahanan Thailand masih mampu menggagalkan usaha tersebut.
Di sisi lain, Indonesia menjaga organisasi lini belakang dan tidak memberi ruang besar bagi lawan.
Thailand akhirnya gagal mencetak gol sampai pertandingan selesai.
Indonesia membawa pulang kemenangan 1-0.
Enam Poin dari Empat Pertandingan
Kemenangan atas Thailand membawa Indonesia mengumpulkan enam poin.
Posisi tersebut menempatkan Merah Putih di urutan keempat sementara Pul B.
Indonesia masih mempunyai satu pertandingan fase grup melawan Uzbekistan pada Minggu, 27 September.
Laga terakhir akan menentukan bagaimana Indonesia menutup fase grup.
Meskipun peluang posisi akhir bergantung pada hasil pertandingan lain, kemenangan atas Thailand memberi modal psikologis yang penting.
Tim membuktikan mereka mampu menyelesaikan pertandingan ketat ketika peluang tidak datang dengan mudah.
Penalty Corner Menjadi Senjata Penting
Gol Salma memperlihatkan pentingnya situasi bola mati dalam hoki modern.
Penalty corner memberi tim kesempatan mengeksekusi pola yang sudah mereka latih.
Pemain bisa mengatur posisi, menentukan penembak, serta menyiapkan variasi untuk mengecoh pertahanan lawan.
Eksekusi tetap membutuhkan presisi.
Sedikit kesalahan kontrol atau timing dapat membuat kesempatan hilang.
Indonesia berhasil menjaga ketenangan pada momen penting.
Salma tidak membuang peluang ketika pertandingan sudah memasuki paruh kedua dan tekanan mulai meningkat.
Pertahanan Juga Layak Mendapat Kredit
Skor 1-0 berarti kemenangan tidak hanya datang dari satu gol.
Indonesia juga harus mempertahankan keunggulan selama sisa pertandingan.
Thailand meningkatkan keberanian menyerang pada kuarter akhir.
Tim Srikandi mampu menjaga struktur dan mencegah lawan menciptakan gol balasan.
Dalam turnamen pendek seperti Asian Games, kemampuan mempertahankan keunggulan sangat berharga.
Tim tidak selalu bisa menang dengan selisih besar.
Pertandingan fase grup sering ditentukan oleh satu momen.
Karena itu, lini belakang yang disiplin sama pentingnya dengan penyerang produktif.
Hoki Putri Indonesia Masih Membangun Level Asia
Cabang hoki lapangan Indonesia masih menghadapi persaingan berat di tingkat Asia.
India, Jepang, China, Korea Selatan, dan sejumlah negara lain mempunyai tradisi serta sistem kompetisi yang lebih panjang.
Indonesia membutuhkan pertandingan internasional untuk memperkecil jarak tersebut.
Asian Games memberi pemain kesempatan menghadapi lawan dengan karakter berbeda.
Setiap pertandingan menyediakan bahan evaluasi mengenai kecepatan permainan, fisik, pola pressing, dan pengambilan keputusan.
Laga melawan Thailand menunjukkan Indonesia mampu mengendalikan pertandingan dalam situasi yang menuntut kesabaran.
Laga Uzbekistan Tidak Boleh Dianggap Formalitas
Indonesia akan menutup fase grup dengan menghadapi Uzbekistan.
Tim tidak boleh kehilangan fokus hanya karena baru saja meraih kemenangan.
Pertandingan terakhir tetap penting untuk posisi klasemen serta kepercayaan diri pemain.
Pelatih juga perlu melihat kondisi fisik skuad.
Jadwal turnamen membuat masa pemulihan relatif pendek.
Rotasi harus tetap mempertahankan kualitas permainan.
Satu hal yang dapat dibawa dari laga Thailand adalah keyakinan bahwa tim mampu bertahan tenang ketika gol tidak segera datang.
Menurut laporan ANTARA Sports, Indonesia terus menekan sampai akhirnya menemukan gol pada kuarter ketiga.
Kemenangan 1-0 mungkin terlihat tipis di papan skor.
Namun, pertandingan tersebut menunjukkan kualitas yang dibutuhkan dalam turnamen: kesabaran, efektivitas bola mati, serta kemampuan mempertahankan keunggulan.
Indonesia kini tinggal memastikan momentum itu tidak berhenti ketika menghadapi Uzbekistan.

















