banner 728x250

Pembobol Konter HP di Sleman Ditangkap Polisi

Pelaku diduga dua kali masuk melalui atap menggunakan tali yang biasa dipakai untuk pekerjaan pemasangan tenda.

banner 120x600
banner 468x60

KabarJogja melaporkan polisi menangkap seorang pria berinisial SW, 34 tahun, terkait pembobolan sebuah konter telepon seluler di Krapyak, Triharjo, Sleman, yang diduga dilakukan dua kali dalam rentang kurang dari sepekan. Total kerugian akibat dua kejadian tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp10,5 juta, sementara barang yang sebelumnya dilaporkan hilang berhasil diamankan petugas.

Kasus tersebut terungkap setelah Unit Reskrim Polsek Sleman melakukan penyelidikan terhadap laporan pemilik usaha. SW ditangkap pada 26 September 2026 setelah polisi mengidentifikasi pola masuk pelaku melalui bagian atap bangunan.

banner 325x300

Berdasarkan RRI, polisi menduga pelaku memanfaatkan tali yang biasa digunakan dalam pekerjaannya sebagai pemasang tenda untuk mencapai bagian atap konter.

Konter Dibobol Dua Kali

Kapolsek Sleman Kompol Eka Andy Nursanto menjelaskan aksi pertama terjadi pada 19 September 2026.

Pelaku diduga memanjat bagian belakang bangunan kemudian membuka baut pada genteng galvalum untuk memperoleh akses masuk. Dalam kejadian pertama, satu unit telepon seluler dan sejumlah aksesori dilaporkan hilang.

Nilai kerugian pada pencurian pertama diperkirakan sekitar Rp4,3 juta.

Enam hari berselang, konter yang sama kembali menjadi sasaran. Modusnya hampir serupa, yakni masuk melalui bagian atap.

Pada kejadian kedua, berbagai aksesori ponsel dan alat pertukangan dibawa pergi dengan nilai kerugian sekitar Rp6,2 juta.

Dua kejadian pada lokasi yang sama membuat polisi menelusuri kemungkinan adanya pelaku yang memahami kondisi bangunan dan akses masuk yang relatif tersembunyi.

Tali Jadi Petunjuk Penyidik

Salah satu petunjuk yang membantu proses penyelidikan adalah tali yang digunakan ketika pelaku menaiki atap.

Polisi kemudian menghubungkan penggunaan tali tersebut dengan pekerjaan SW yang disebut biasa memasang tenda.

Eka mengatakan karakter tali yang ditemukan atau digunakan dalam aksi tersebut memiliki kesamaan dengan perlengkapan yang biasa dimanfaatkan pelaku saat bekerja.

Informasi tersebut selanjutnya dikembangkan bersama hasil pemeriksaan lokasi dan petunjuk lain sampai polisi mengarah kepada SW.

Menurut Inilah Jogja, polisi menangkap pria tersebut setelah mendalami dua pembobolan konter di Padukuhan Krapyak, Triharjo.

Modus masuk dari atas juga membuat kejadian relatif sulit diketahui secara langsung dari jalan.

Pelaku tidak perlu merusak pintu utama yang lebih mudah terlihat. Sebaliknya, akses dari atap memberikan kesempatan untuk memasuki bangunan dari titik yang minim pengawasan.

Barang Curian Belum Sempat Dijual

Polisi menyebut sebagian besar barang hasil pencurian masih berada dalam penguasaan terduga pelaku ketika penangkapan dilakukan.

Kondisi tersebut memudahkan penyidik mengamankan barang yang kemudian dijadikan barang bukti.

Barang bukti yang dicatat polisi cukup beragam. Di antaranya satu telepon seluler Xiaomi, dua powerbank, 14 kepala charger, 11 headset, puluhan tempered glass dan kabel USB, serta voucher paket data.

Petugas juga menyita alat yang diduga berkaitan dengan modus pencurian, termasuk tali tambang dan tang potong.

Barang-barang itu selanjutnya digunakan untuk memperkuat pembuktian mengenai dugaan keterlibatan SW.

Bagi pemilik konter, keberhasilan menemukan kembali barang sebelum dijual membantu mengurangi risiko kerugian yang lebih besar.

Barang elektronik dan aksesori telepon termasuk produk yang relatif mudah dipindahkan atau dijual kembali apabila sudah keluar dari wilayah tempat kejadian.

Keamanan Atap Sering Terabaikan

Kasus ini sekaligus menunjukkan bagian atap dapat menjadi titik lemah pada keamanan tempat usaha.

Pemilik toko biasanya memusatkan perlindungan pada pintu depan, rolling door, jendela, dan etalase. Padahal akses melalui atap, plafon, gang belakang, atau bangunan yang berdempetan juga perlu diperhitungkan.

Konter telepon memiliki risiko lebih tinggi karena menyimpan banyak barang dengan ukuran kecil tetapi bernilai ekonomis.

Ponsel, charger, powerbank, earphone, kartu perdana, dan aksesori lain dapat dibawa dalam jumlah banyak tanpa membutuhkan kendaraan besar.

Pemasangan kamera pengawas yang mencakup area belakang maupun bagian dalam menjadi salah satu langkah yang dapat membantu.

Penerangan pada sisi bangunan serta pemeriksaan berkala terhadap struktur atap juga penting terutama untuk usaha yang tutup pada malam hari.

Polisi Ingatkan Pemilik Usaha Lebih Waspada

Pengungkapan tersebut menjadi pengingat bagi pemilik usaha di kawasan permukiman maupun pusat perdagangan agar tidak hanya mengandalkan satu lapisan keamanan.

Lokasi yang terlihat aman pada siang hari dapat memiliki titik akses yang berbeda ketika aktivitas warga berkurang pada malam hari.

Pemilik usaha juga sebaiknya menyimpan catatan inventaris dan nomor seri perangkat bernilai tinggi. Informasi tersebut dapat mempermudah identifikasi apabila terjadi kehilangan.

Koordinasi dengan warga, petugas keamanan lingkungan, serta kepolisian juga dapat mempercepat penanganan ketika terdapat aktivitas mencurigakan.

Polisi sendiri masih memproses perkara tersebut sesuai ketentuan hukum.

Penetapan tersangka merupakan bagian dari proses penyidikan dan tidak menghilangkan asas praduga tak bersalah sampai terdapat putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap.

Kasus pembobolan konter di Sleman menarik perhatian bukan semata karena dilakukan dua kali. Modus memanfaatkan keterampilan pekerjaan untuk mencapai atap menunjukkan bahwa pelaku dapat mencari titik masuk yang jarang diperhatikan pemilik bangunan.

Bagi pelaku usaha, pelajaran terpenting dari kejadian ini adalah keamanan perlu dilihat secara menyeluruh. Pintu yang kuat tidak selalu cukup apabila sisi belakang dan bagian atas bangunan masih memiliki akses yang mudah dimanfaatkan.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *