banner 728x250
Berita  

Kapolda DIY baru

Pergantian pucuk pimpinan Polda DIY menjadi bagian dari rotasi 88 perwira Polri pada awal Oktober 2026.

banner 120x600
banner 468x60

KabarJogja – melaporkan Irjen Pol Langgeng Purnomo resmi mengemban jabatan sebagai Kepala Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta setelah serah terima jabatan berlangsung di Rupattama Mabes Polri, Jakarta, Sabtu malam, 3 Oktober 2026. Ia menggantikan Irjen Pol Anggoro Sukartono dalam rangkaian rotasi besar jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia yang diumumkan pada awal Oktober.

Pergantian pimpinan Polda DIY tercantum dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Berdasarkan laporan Polda DIY, rotasi tersebut mencakup 88 perwira tinggi dan perwira menengah Polri yang mendapat penugasan baru di berbagai posisi strategis.

banner 325x300

Upacara serah terima jabatan dipimpin langsung Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto. Pergantian tersebut menandai dimulainya kepemimpinan baru di Polda DIY sekaligus menjadi bagian dari penyegaran organisasi yang melibatkan sejumlah kepolisian daerah lainnya di Indonesia.

Langgeng Purnomo Gantikan Anggoro Sukartono

Irjen Langgeng Purnomo mendapat tugas memimpin kepolisian di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta setelah sebelumnya menjalani sejumlah penugasan di lingkungan Mabes Polri. Sementara itu, Irjen Anggoro Sukartono beralih menjadi Perwira Tinggi Baharkam Polri dalam rangka penugasan pada Dewan Pertimbangan Presiden.

Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan juga telah membenarkan pelaksanaan sertijab tersebut. Setelah prosesi di Jakarta, agenda di tingkat Polda DIY akan dilanjutkan dengan rangkaian pisah sambut dan farewell parade. Waktu pelaksanaannya akan diinformasikan lebih lanjut oleh kepolisian.

Pergantian Kapolda sangat penting karena pucuk pimpinan daerah bertanggung jawab penuh atas keamanan, penegakan hukum, dan pelayanan publik di tingkat provinsi.

Di Yogyakarta, tanggung jawab tersebut juga berkaitan dengan karakter wilayah yang memiliki mobilitas tinggi. DIY merupakan pusat pendidikan, pariwisata, budaya, serta kegiatan masyarakat yang sepanjang tahun menghadirkan mahasiswa, wisatawan, pekerja, dan berbagai agenda berskala nasional maupun internasional.

Bagian dari Rotasi Besar Polri

Perubahan pimpinan Polda DIY tidak berlangsung secara terpisah. Surat telegram Kapolri yang terbit pada 2 Oktober menjadi dasar mutasi dan rotasi puluhan personel pada tingkat Mabes Polri maupun kewilayahan.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menjelaskan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi sekaligus mekanisme pembinaan karier. Perubahan posisi juga ditujukan untuk menjaga kesinambungan tugas serta memberi penyegaran terhadap pelaksanaan fungsi kepolisian.

Menurut laporan detikJogja, pergantian tersebut juga menyentuh sejumlah jabatan Kapolda di berbagai daerah. DIY menjadi salah satu wilayah yang mengalami perubahan pimpinan dalam rotasi terbaru itu.

Skala rotasi membuat pergantian di Yogyakarta perlu dilihat sebagai bagian dari penataan organisasi yang lebih luas.

Pergantian pimpinan bukan berarti seluruh program kepolisian di daerah berubah. Program yang sudah berjalan tetap dapat dilanjutkan dengan penyesuaian berdasarkan kebutuhan keamanan dan kondisi masyarakat.

Polda DIY sendiri menekankan pentingnya kesinambungan pelayanan kepada masyarakat.

Kepemimpinan baru diharapkan dapat melanjutkan berbagai program yang telah berjalan sekaligus menyesuaikan strategi dengan perkembangan situasi keamanan di wilayah Yogyakarta.

Pengalaman di Bidang Pembinaan Personel

Langgeng Purnomo memiliki pengalaman cukup panjang dalam struktur kepolisian, terutama pada bidang pembinaan sumber daya manusia dan pengembangan karier personel.

Sebelum menjadi Kapolda DIY, ia pernah bertugas sebagai Karo Binkar SSDM Polri. Posisi tersebut memiliki keterkaitan dengan pembinaan karier anggota kepolisian, termasuk sistem penilaian kompetensi dan pengembangan personel.

Pada Februari 2026, saat masih berpangkat Brigadir Jenderal, Langgeng terlibat dalam penguatan sistem meritokrasi melalui Assessment Center Polri. Program tersebut bertujuan membuat penempatan personel lebih berbasis kompetensi, menggunakan metode penilaian yang objektif dan melibatkan lebih dari satu instrumen serta asesor.

Pada Juli 2026, ia tercatat telah berpangkat Inspektur Jenderal ketika menjalankan tugas sebagai Perancang Peraturan Kepolisian Utama Tingkat I Divkum Polri. Ia juga memimpin pembukaan Kejuaraan Nasional Taekwondo Kapolri Cup ke-7 di Tangerang Selatan.

Riwayat tugas tersebut menunjukkan pengalaman Langgeng tidak terbatas pada satu bidang. Ia pernah berhadapan dengan urusan pengembangan personel, regulasi, pembinaan organisasi, hingga kegiatan yang melibatkan masyarakat.

Tantangan Memimpin Kepolisian di DIY

Menjadi Kapolda DIY membawa tantangan tersendiri. Yogyakarta mempunyai karakter sosial yang berbeda dibanding sejumlah provinsi lain karena wilayahnya relatif kecil tetapi memiliki mobilitas penduduk tinggi.

Kepadatan aktivitas masyarakat—seperti pariwisata, unjuk rasa, agenda kenegaraan, dan musim liburan—membutuhkan pengamanan serta koordinasi lintas sektor yang berkelanjutan.

Selain menjaga keamanan dan ketertiban, Polda DIY juga menangani persoalan lalu lintas, kejahatan konvensional, kriminalitas jalanan, kejahatan berbasis teknologi, serta pelayanan masyarakat di tingkat polres hingga polsek.

Karakter Yogyakarta sebagai kota pendidikan juga menempatkan komunikasi publik sebagai salah satu aspek penting. Penanganan peristiwa yang menyangkut mahasiswa, wisatawan, komunitas, atau kegiatan masyarakat kerap mendapat perhatian luas sehingga keterbukaan informasi dan kecepatan respons kepolisian menjadi faktor yang diperhatikan publik.

Polda DIY menyatakan Kapolda baru diharapkan dapat segera beradaptasi dengan karakteristik wilayah sekaligus memperkuat sinergi bersama pemerintah daerah, TNI, tokoh masyarakat, dan berbagai elemen masyarakat.

Agenda Berikutnya Setelah Sertijab

Sertijab di Mabes Polri secara resmi menjadi titik awal perpindahan kepemimpinan dari Anggoro Sukartono kepada Langgeng Purnomo. Tahapan berikutnya akan berlangsung di lingkungan Polda DIY melalui agenda internal dan seremonial pergantian pimpinan.

Pisah sambut serta farewell parade akan menjadi bagian dari proses transisi sebelum kepemimpinan baru menjalankan agenda secara penuh di daerah. Hingga 5 Oktober 2026, Polda DIY belum mengumumkan secara terbuka waktu pelaksanaan agenda tersebut.

Fokus berikutnya berada pada bagaimana Irjen Langgeng Purnomo meneruskan program yang telah berjalan sekaligus menentukan prioritas kepolisian sesuai situasi terbaru di DIY.

Perubahan pimpinan tidak hanya menyangkut pergantian pejabat.

Bagi publik, kinerja kepolisian diukur dari kualitas pelayanan, penanganan kasus, dan jaminan keamanan di wilayah Yogyakarta.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *